Seminar Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)

bersama rakyat awasi pemilu, bersama BAWASLU tegakkan keadilan pemilu di Muhammadyah MATARAM diselenggarakan oleh IMM Mataram. pemateriMuhammad khuwailid, S.Ag,. MH.

Oleh: Muh. Solihin

Pemilu adalah lembaga negara yang mengawasi pemilihan. Pemilu juga merupakan sarana atau media kedaulatan rakyat untuk memilih. (UU) . Pemilu hanya dimiliki oleh rakyat untuk rakyat.

Upaya BAWASLU dalam pemilu adalah mendekatkan masyarakat dalam pemilihan dan bersama rakyat awasi pemilu. Bawaslu bukan miliknya KPU akan tetapi pengawasan. Dalam pengawasannya menggunakan strategi pencegahan pelanggaran dan penindakan.

Bawaslu memiliki komitmen menerima laporan pelanggaran hanya dilakukan 7 hari setelah pemilihan, pemeriksaan dari BAWASLU selama 3 hari plus 2 hari menjadi 5 hari. Setelah diperiksa oleh Bawaslu, BAWASLU melaporkan kepada KPU. Seperti dalam teori two by step teory, artinya pelaporan dilakukan secara bertahap, mulai dari tahap pertama, kedua sampai tahap terakhir.

BAWASLU melakukan upaya terjadinya money politik atau politik hitam, yang akan berakibat pada kepemimpinan dalam memimpin masyarakat, bangsa dan negara. Di provinsi NTB urutan ketiga adanya politik hitam, karena dengan melihat keadaan masyarakat yang keadaan nya kurang mampu atau ekonominya rendah. Masyarakat yang ekonominya rendah akan mudah terpengaruh dengan bisikan oleh tim sukses dari calon dengan memberikan sembako bahkan sering sekali uang sekalipun di kasih untuk material sogokkannya.

Tidak semua orang paham akan adanya pemilu. Desa, kecematan, kabupaten bahkan kota sekalipun terutama di pelosok tidak tahu pemilu. Mencoblos, menghitung dan lain sebagainya salah satu bagian dari pemilu yang dipahami oleh orang tidak tahu akan pemilu, karena apa yang dilihat itulah kenyataannya. Tidak….!!!

Perspektif diatas adalah perspektif yang salah, karena memandang pemilu adalah apa yang mereka lihat itulah pemilu,,,,,??????? Ini pertanyaan yang perlu di jawab untuk diketahui masyarakat apatis atau tidak tahu dengan pemilu.

Di Indonesia merupakan negara demokrasi yang pemilihannya melalui pemilihan umum, salah satunya di awasi oleh BAWASLU. Money politik adalah haram. (Ketua BAWASLU)

Iklan

Filosofi memandang kedepan

Semua pasti memandang ke depan bukan sekedar melihat atau fokus pada kamera. Akan tetapi disisi lain, memandang ke depan adalah memiliki filosofi tersendiri. Filosofi memandang ke depan adalah bahwa manusia dibentuk condong melihat ke depan, karena Allah menyuruh kepada manusia untuk melihat missionnya dan bagaimana supaya dia menyikapi missionnya dengan strategi apa yang sesuai dengan kemampuannya. Setiap orang memiliki strategi masing-masing, karena tiap individu berbeda-beda pemikirannya. Seperti dalam pepatah mengatakan lain kepala lain pikiran

Konsep filsafat dalam berpikir ilmiah

Berpikir adalah suatu proses penalaran yang mempertimbangkan segala hal, dan mengambil kesimpulan secara logis. Proses berfikir merupakan suatu penalaran untuk mendapat pengetahuan. Berpikir juga tidak semerta Merta bersifat pengetahuan, berpikir tidak selamanya ilmiah. Agar penalaran di terima oleh orang lain, perlu adanya cara atau metode tertentu, antara lain adalah :

  1. Kritis
  2. Sistematis
  3. Logis